DETAIL PRODUK
Nama Produk: Keripik Kulit Lumpia
Kategori: Makanan Ringan
Harga: Rp 6.500,- (100gr) | Rp 15.000,- (250gr)
Keunggulan: Renyah, fresh from open, aneka rasa
Varian Rasa: Keju, Jagung Manis, Pedas Manis, Balado, Rumput Laut, BBQ, Jagung Bakar
Distributor: AB8 Snack
Nama Produk: Keripik Kulit Lumpia
Kategori: Makanan Ringan
Harga: Rp 6.500,- (100gr) | Rp 15.000,- (250gr)
Keunggulan: Renyah, fresh from open, aneka rasa
Varian Rasa: Keju, Jagung Manis, Pedas Manis, Balado, Rumput Laut, BBQ, Jagung Bakar
Distributor: AB8 Snack
Apa tersebut cemilan kekinian? Roemah Boedin juga punya gagasan meluncurkan produk makanan enteng berbahan singkong. Produksi perdana berupa Lanting Jawa yang renyah (crispy) dengan kualitas ekspor. Sebagian orang menyebutnya kreasi snack zaman now.
Lanting Jawa adalahjajanan khas Pulau jawa. Dibuat dengan bahan dasar singkong diberi bumbu rempah-rempah tanpa pengawet dan berbentuk laksana angka nol. Lanting disajikan dalam ragam rasa.
Singkong memang menyimpan segenap potensi yang paling besar dan sudah dinamai sebagai Superfood baru guna pengembangan sumber nutrisi. Berdasarkan keterangan dari data BPS 2015, Indonesia adalahpenghasil singkong ketiga terbesar di dunia sesudah Nigeria dan Thailand, sebesar lebih dari 24 juta ton. Sedangkan, data dari FAO per 2016, buatan singkong Indonesia terdapat di urutan empat dunia sesudah Nigeria, Thailand dan Brazil, dengan jumlah nyaris 21 juta ton.
Seluruh distrik Indonesia dapat ditanami singkong. Karena tersebut singkong dijadikan di antara komoditas pangan terbaik guna dikonsumsi. Di samping itu, singkong mempunyai tidak sedikit manfaat lainya, laksana bahan pilihan pengobatan hingga bahan pilihan bioplastic ramah lingkungan.
Di bawah naungan perusahaan yang dirintis pada 2018, Dewi Tan sebagai Founder Aristokrat Indonesia hendak mengisi ceruk konsumsi cemilan masyarakat Indonesia dan dunia. Perusahaan startup (rintisan) milineal ini memiliki visi guna berkontribusi untuk perekonomian masyarakat wilayah dan komunitas semua petani lokal di Indonesia.
Dewi memilih kata “boedin” yang berasal dari bahasa Jawa, dengan kata lain singkong sebagai identitas brand dan dipadu dengan bahasa Indonesia klasik “roemah”, maka jadilah brand “Roemah Boedin”.
Dewi telah tinggal di luar negeri semenjak umur 12 tahun. Ia pernah di Singapura, Australia dan China (Shanghai). Ia kegemaran travelling, menjelajah sekian banyak belahan dunia dan belajar kelaziman dan tradisi setempat. Dari situ ia beranggapan bagaimana potensi Indonesia juga dapat dikembangkan dan dijual di luar negeri.
Dewi Tan kemudian kembali ke Indonesia dan mulai merajut cita-cita untuk sebuah hari dapat mengusung produk Indonesia ke tingkat internasional. Produk khas dari Indonesia yang lebih sehat dan mendunia dengan standarisasi bobot internasional. Apalagi dengan trend makanan lebih sehat serta teknologi yang memadai, dapat memberikan differensiasi branding tersendiri serta mempercepat penyaluran massal snack tersebut.
Produk cemilan kekinian Aristokrat Indonesia dengan brand Roemah Boedin ini sudah melewati proses sertifikasi dan uji bobot dari lembaga sah di Indonesia (BPOM & Halal) dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) guna standarisasi ekspor.
Aristokrat Indonesia menjadi perusahaan lanting kesatu di Indonesia dengan sertifikasi BPOM guna menjamin ketenteraman pangannya. Sebuah pencapaian yang langka guna perusahaan startup milenial dan dapat menjadi teladan untuk produsen makanan tradisional lainnya.
Lanting Jawa ialah salah satu makanan tradisional yang dapat dikatakan belum tersentuh oleh inovasi. Dewi Tan berinisiatif guna memperkenalkannya ke dalam gaya hidup canggih dan milenial. Kembali ke akar tradisi Jawa, lanting berasal dari zaman Belanda: The Land of Thinkers yang dengan kata lain tanah semua pemikir (orang-orang cerdas). Dari sini dapat dibayangkan alangkah tinggi nilai luhur yang diangkut dalam makanan ini.
Salah satu aspek yang ingin diciptakan lebih baik ialah lanting tersebut identik dengan kerasnya, sampai-sampai tidak nyaman guna dicemil. Oleh sebab itu, Roemah Boedin menciptakan terobosan dengan menghasilkan lanting yang paling renyah, sehingga dapat dinikmati oleh semua kelompok usia. Dari segi rasa pun sangat milenial karena pelbagai rasa dihadirkan dalam masing-masing produk.
Kemasan produk didesain secara kreatif dengan cita rasa milenial. Sebagai cemilan kekinian yang lebih sehat (terbuat dari 100% organik minyak kelapa dengan kualitas ekspor), informasi nilai gizi juga disematkan secara menyeluruh pada kemasannya. Singkong yang dipakai juga tidak memakai bibit GMO (Genetically Modified Organism) dan dikontrol dalam kemudahan produksi yang ketat dan diubah dengan permesinan yang modern serta pemberdayaan sumber daya insan yang kompeten.
Untuk pemasaran dan menyusun segmentasi market, Aristokrat Indonesia menghadirkan merk premium: Jack of All Snacks di supermarket prestige AEON Group, yang dikenal sebagai jaringan perniagaan retail dari Jepang. AEON memiliki syarat yang ketat dalam kontrol kualitas produk dari mitranya dan telah didirikan di sekian banyak negara laksana di Jepang, Hong Kong, China, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Dewi Tan berpesan untuk penikmat snack milenial untuk menyantap lanting dengan rasa salted egg yang paling trending belakangan ini. Di samping renyah, harganya juga lebih murah dikomparasikan cemilan kekinian beda yang dibumbui dengan salted egg.
Ke depannya, Aristokrat Indonesia dengan brand Roemah Boedin masih akan mengerjakan potensi singkong serta produk baru lainnya berbahan jagung.



0 Komentar